WELCOMING DAYS WITH SAMANTHA PROJECT

by

Sekali lagi, kami menjadi peserta pameran. Setelah lumayan sukses mengisi Look Pop Up Market 1-4 Oktober 2015 lalu, sekaligus menjadi pengalaman pertama, kali ini kami, tepatnya saudara bojo, mengikuti pameran bertajuk “Welcoming Days” yang dihelat pada 28-29 November 2015. Nyam.

Kabar bahwa Samantha Project, lini usaha modiste-clothing line kami, diminta berpartisipasi di acara pengenalan Telkomsel 4G-LTE itu, langsung disambar. Ada 36 tenan, dan asyiknya, banyak partisipan yang sebelumnya juga peserta Look Pop Up Market. Aha, ada temennya.

samantha-artikel2-aSeperti sebelumnya, seputar jahit-menjahit tetap dipromosikan, meski sebenarnya mayoritas pengunjung mengira kami hanya sebatas jualan kain. Tapi it’s oke, karena itu merupakan kondisi yang tidak terhindarkan, dan tidak usah dihindari. Karena, memang kalau dipikir-pikir, saya pun belum pernah lihat ada penjahit berpameran.

Karena itulah, urusan properti, kekompletannya jadi minim. Namanya penjahit, “senjata” yang dimiliki kan hanya mesin jahit, obras, metlen, pembuat kancing buntel, sama jarum. Sebelumnya, di Look Pop Up Market, stand ukuran 2 meter x 4 meter, setidaknya oke untuk ditaruh lemari besar, lemari susun, manekin, hingga sepeda onthel sebagai pemanis.

Tapi yang pameran terakhir ini, stannya lebih lapang, berukuran 2,5 meter x 5 meter. Agar tidak nampak kosong, diputuskan mengangkut Sprint 77 ke arena. Onthel masih sama, diangkut ke stan, untuk dipasangi papan “Samantha Project”.

Dua hari pameran, memeriahkan acara peluncuran Telkomsel 4G-LTE itu, tidak secapek pameran sebelumnya yang digelontor empat hari. Kami masih bisa ketawa-ketiwi saat pulang. Asyiknya lagi ada mas penyedia jasa angkutan yang ramah dan tarifnya murah. Seorang kawan juga membantu bongkar-muat barang.

Pameran kedua ini, lebih ramai pengunjung. Mungkin karena faktor lokasi, di parkiran eWalk mal Balikpapan Super Block, jadi kebanjiran orang. Meski, tentu saja, stan kuliner yang lalu cepat sold out dagangannya.

Stan fashion seperti kami, memang hanya diseliweri sekian orang. Namun bagi kami, itu sudah cukup, dan malah sudah melebihi ekspektasi. Menyenangkan melihat lini usaha kami ternyata membantu banyak orang untuk lebih fashionable. hehe.

“Mbak, kalau beli kain di sini, njahitnya gimana ya,” ujar mbak-mbak ke istri saya. “Ke saya saja, bisa,” sahut saudara bojo. Pucuk dicinta ulam tiba. Yup, bawa atau pilih sendiri kainmu, jahitkan ke Samantha Project. Tagline kami “pantes lan prayogi”.

Monggo,,,, (SAMANTHA)

 

SELENGKAPNYA BACA DI : http://sambalbawangkangadi.blogspot.co.id/2015/11/welcoming-days-with-samantha-project.html

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.