SUATU KETIKA DI JOKTENG WETAN – SESI PEMOTRETAN (1)

by

Beberapa waktu lalu, Mbak Samantha mengadakan sesi pemotretan nan sederhana di Yogyakarta. Namanya juga rada dadakan, maka modelnya pun dicari cepet lantaran durasi waktunya mepet. Untungnya, dapet, tiga orang. Arif, Ayu, dan Switzy. Dua yang pertama masih berstatus mahasiswa-mahasiswi, sedangkan nama ketiga, sudah bekerja.

Karena pengin praktis dan simpel, Pojok Beteng (Jokteng) Wetan, diputuskan sebagai pilihan lokasi pemotretan. Pertimbangannya, deket banget dari rumah, karena hanya sekitar depan rumah Mbak Samantha di Langenarjan. Tinggal jalan kaki, naik anak tangga, dan sampailah sudah.

Memilih Jokteng Wetan sekaligus menggali memori, nih, karena area ini amat lekat dengan keseharian masa kecil Mbak Samantha, yang kala itu belum bisa menjahit, myehehe. Dan kebetulan juga termasuk areal jelajah Mas Bojo (kecil) untuk hangout melewatkan sore hari sekalian patroli keamanan lingkungan, wkwkwwk.

Jika ditarik sejarahnya, jokteng ini adalah tembok keliling keraton Yogyakarta. Ada 4 penjuru, salah satunya sisi selatan-timur atau Jokteng Wetan ini. Dulunya, di pucuk empat jokteng tersebut, para pajurit bersiaga penuh, mengawasi suasana. Juga ada sudut di mana ditempatkan senjata. Oya, “wetan” ini artinya timur.

Oraait, kita balik ke topik semula, ya. Mbak Samantha bersama tiga model dadakan, plus dibantu Yessy-saudara di Yogyakarta. Berbekal ponsel dan kamera poket mungil (beneran ciilik). Padahal rencana awal, mau beneran berfoto pakai kamera rada gede-an. Lha? Kok? Oh ini ada ceritanya.

Alkisah, Mas Bojo agaknya pas ketiban sial, karena kameranya tiba-tiba mati total. Diutak-utik, dicopat-copot baterainya, ditepak-tepuk, dimarahi, diancam, sampai didoain sembari merapal mantra (huaa), tetap saja tuh kamera matot, mati total. Keburu petang, Mbak Samantha memutuskan meluncur duluan ke tempat pemotretan.

Rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas. Sesi pemotretan tetap harus dimulai. Berbekal gorengan dan teh botol, seluruh tim pun bersiap. Arif yang berambut gimbal dan tercatat sebagai musisi, Ayu yang rambutnya ponian dan masih terhitung sodara, serta Switzy yang cuek dan pernah sekantor sama Mbak Samantha, pun dijeprat-jepret. Tarik sana-tarik sini, hadap sana hadap sini.

Selain “nangkring” di atas Jokteng Wetan, lokasi pemotretan lainnya di belakang rumah Mbak Samantha. Di salah satu gang masuk yang bawahnya selokan air. Huahaha. Cuman yang Mbak Samantha tampilin, di sini, lebih banyak sesi poto di Jokteng. Bisa kesannya bercita rasa “Njogja”, heuheuhe.

Dan inilah sebagian hasilnya. Eniweiii, pelajaran yang bisa dipetik adalah, tiada rotan akarpun jadi. Tiada kamera, ponsel dan poket ceria (beneran) pun, tak mengapa.

Eniweii yang kedua, habis ini segera muncul cerita Mbak Samantha tentang sesi pemotretan selanjutnya, yang lokasi kejadian perkaranya di Balikpapan. So, jangan kemana-mana, tetap ikuti kabar terbaru di web Samantha ini. Myehehehe.. Salam Samantha

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.