SELAMAT HARI MESIN JAHIT NASIONAL 13 Juni

by

Selamat Hari Mesin Jahit Nasional !! Hore. Ternyata ada juga ya hari peringatannya. Telat sehari Mbak Samantha mengucapkan karena momennya jatuh pada 13 Juni kemarin. Namun enggak termasuk telat sih, mengingat bahwa mbak Samantha pun baru denger ada hari khusus itu.

Okelah tak jadi soal. Meski peringatannya lebih terlihat menyoal mesin jahit, bukan si penjahitnya, tidak mengapa. Tetap gembira dan rada terharu. Sebelum lupa, tak lupa Mbak Samantha ucapkan Selamat Hari Mesin Jahit Nasional, kepada para penjahit se-Nusantara.

Gara-gara penasaran tentang National Sewing Machine Day ini, Mbak Samantha lalu bergegas menanyakan ke simbah Gugel yang konon paham banyak hal. Singkat kata, simbah menyarankan agar mantengin laman wikipedia. Baiklah, Mbak Samantha sedikit menyarikannya. Semoga bener.

Urusan jahit-menjahit sudah lawas kisahnya, dimulai pada awal peradaban manusia. Bahan jarumnya bisa batu, tembaga, tulang, dan gading. Awalnya untuk menjahit kulit hewan menjadi pakaian, sementara benangnya dari otot hewan. Jarum logam baru dipakai abad ke-14.

Ternyata banyak orang yang awalnya berjasa membuat jarum. Di wikipedia disebut, tahun 1755 seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal yang tinggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancang untuk sebuah mesin. Sayang, patennya tidak merinci mesin yang memakai jarum tersebut.

Berikutnya ada nama Thomas Saint, pembuat lemari asal Inggris yang mematenkan mesin jahit tahun 1790. Tapi tidak diketahui apakah dia beneran membuat prototipe mesin, atau hanya skadar mematenkan agar dapat royalti.

Ada pula Balthasar Krems, warga Jerman, yang menemukan mesin untuk menjahit topi tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuan dan konon mesinnya tidak pernah berfungsi dengan baik. John Adams Doge dan John Knowles dari Amrik juga disebut wikipedia bikin mesin jahit tahun 1818, namun mesin itu gagal menjahit.

Nah, mesin jahit yang bisa berfungsi dibikin Barhelemy Thimonier tahun 1830. Disebutkanmesinnya hanya memakai satu benang dan satu jarum kait seperti jarum bordir atau sulam. Temuannya tidak dapat respon. Bahkan dia hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmennya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran.

Tahun 1834, Walter Hunt membuat mesin jahit dan sukses. Wikipedia menceritakan bahwa puncak penemuan mesin jahit di tangan Elias Howe, orang Amrik. Mesinnya memakai dua benang dan memiliki jarum berlubang untuk benang.
Satu lagi yang masuk dalam “pertarungan” adalah Isaac Merritt Singer.

Singer menemukan mekanisme naik-turun pada mesin jahit dan Allen Wilson mengembangkan alat kait pemintal berputar. Isaac Singer bisa bikin mesin jahit dengan jarum jahit yang bisa digerakkan kayuhan pedal kaki. Sebelumnya era ini, mesin jahit digerakkan tangan dari pinggir.

Mesin Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkankan Howe. Maka Howe pun mengajukan tuntutan, dan menang, tahun 1854.

Dalam perkembangan, ternyata kita lebih mengenal mesin jahit merek Singer. Bagaimana ceritanya? Masih menurut wikipedia, Isaac Singer dan Edward Clark mendirikan perusahaan mesin jahit I.M. Singer & Co tahun 1851. Perusahaan lalu ganti nama jadi Singer Manufacturing Company, kemudian The Singer Company.

Pabrik besar pertama yang dibangun Singer untuk memasalkan mesin jahitnya, berlokasi di New Jersey, tahun 1863. Tahun ini pula Isaac Singer tutup usia. Singer terus mengembankan sayap. Sekarang, merek mesin jahit tak hanya Singer, bahkan puluhan. Antara lain Butterfly, Janome, Juki, Typical, hingga Brother. Tunggu dulu, Brother, pabrik asal Jepang yang bikin mesin ketik ini, juga bikin mesin jahit? Ternyata iya.

Kembali ke Mbak Samantha, desainer dan penjahit jebolan “Sri Jiwo Institute” ini memilih mesin jahit Singer dan Brother, masing-masing dua unit dan satu unit, sebagai “peralatan tempur”. Sementara mesin obras memakai Janome. Dalam kurun waktu hampir tiga tahun, keempatnya rukun dan saling tolong-menolong.

Semakin ke sini, mesin jahit listrik menggeser mesin konvensional. Di Bengkel Mode Samantha, alias rumah, ada satu mesin jahit konvensional milik si Mbak Samantha. Saksi hidup memulai usaha modiste ini. Hehe. Mesin jahit kayuh ini akhirnya harus rela ditaruh pojok. Fungsi utamanya untuk naruh turntable, dan sering untuk numpuk kain.

Menurut analisis Mbak Samantha, yang tinggal di Balikpapan, mesin jahit listrik baru terlihat marak tiga tahun terakhir. Entah apa pemicunya. Mbak Samantha mengira, ini bisa jadi karena menjahit mulai dilirik sebagai aktivitas pengisi waktu luang. Atau banyaknya tayangan seputar menjahit di youtube.

Kesimpulan pastinya, bertambah ayik nih, lantaran harga mesin jahit listrik semakin terjangkau. Seingat Mbak Samantha yang sering blusukan ceria, ada yang harga Rp 1,3 juta. Ini sih beti, beda tipis dengan harga mesin jahit manual yang berbonus meja kayu.

“Saya sudah menjajal banyak mesin jahit, aneka merek, dan tipe. Bisa dibilang sama, dan agak susah membandingkan karena pilihan kita kan sesuai selera. Ada yang milih karena enteng, bentuk, warna, penampilan, sampai harga. Kalau saya, milihnya karena disesuaikan kebutuhan. Mesti bisa diajak ngebut, tetapi juga enak dipakai, dan tidak rewelan,” kata Mbak Samantha.

Mana mesin jahit terbaik? Semua bagus, kok. Hal yang membedakan antar merek mesin jahit, secara garis besar hanya letak tombol dan banyaknya pilihan jenis jahitan. Yang harganya mahal, fitur jenis jahitan semakin banyak. Namun khusus ini, sebenarnya tidak perlu-perlu banget.

Mbak Samantha yang penjahit saja hanya pakai tiga fitur jenis jahitan, kok. Lha punya mesin jahit berfitur 100 jenis jahitan, mau difungsikan semuanya kah? Oh ya satu lagi, belakangan mulai banyak nongol mesin jahit yang dilengkapi panel digital. Harga, jelas lebih ke atas.

Satu pertanyaaan lagi untuk Mbak Samantha. Apakah bisa mereparasi mesin jahit? Jawabannya adalah tidak. Menemukan hal yang tidak beres, sih, bisa, tapi memperbaikinya tidak. Tapi Mbak Samantha tenang, karena punya montir andalan. Perawatan mesin jahit juga dipastikan oleh si mbak penggemar teh ini. “Setidaknya rutin memberi pelumas, diteteskan ke mesin,” ucap dia.

Nah, cukup asyik kan menelisik soal mesin jahit. By the way, setahun terakhir, mesin jahit mulai colorful lho, kaya warna pelangi dan bumi. Makin menarik dan menyenangkan, pokoknya. Mbak Samantha ingin beli beberapa. Satu ditaruh di teras, satu ditaruh di kamar tamu, satu dipasang di kamar tidur, dan satu di halaman belakang. Hehe, enggak ding, bercanda.

By the way, lagi. Masih belum nemu sejarah mengapa 13 Juni ditetapkan sebagai National Sewing Machine. Tunggu, ya. Salam Samantha.

(Mbak Samantha)

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.