PHOTO SESSION SAMANTHA PROJECT, AWALNYA BEGINI

by

Sebenarnya, sesi pemotretan “Samantha Project” yang pertama, sudah dikerjakan tahun 2016 lalu. Sebelum tulisan “Suatu Ketika di Jokteng Wetan – Sesi Pemotretan” – yang ada di web ini—ditayangkan. Juga sebelum web ini lahir. Cuma, ya ketumpuk sekian agenda, maka rencana Mbak Samantha untuk segera menulis, jadi ketunda melulu.

Inspirasinya, malah duluan nongol yang bernuansa “Jokteng”, itu yang kebetulan ditulis pertama. Mungkin kebawa hawa sendu kala mudik. Jokteng, alias pojok beteng yang di sebelah wetan (timur) itu, di dekat rumah ibunda Mbak Samantha di daerah Langenarjan Kidul, Yogyakarta.

Nah, mendadak di penghujung tahun 2017 yang penuh warna, Mbak Samantha teringat sesi pemotretan yang ini. Menuju akhir tahun 2016, ide bikin kampanye “Samantha Project” mulai nyangkut di benak. Kebayang bakal seru dan asyik deh, jika punya klip singkat, dan katalog foto baju bikinan Samantha.

Tim dadakan pun dibentuk. Enggak dadakan 100 persen sih karena topik ini sudah diobrolkan beberapa bulan sebelumnya. Benk, pendiri Srinthil Agency membawa dua model, Aldo dan Janet. Urusan jepret ke pakde Iksan. Candra Acan di bagian makeup, sedangkan Dichod yang bikin klip singkat. Kalau Mbak Samantha, tugasnya pegang mikrofon saja sembari menyimak jalannya pemotretan. Hehe.

Kerja keras, terbayar kepuasan. Beberapa foto sudah nongol, dijadikan sampul muka di web ini. Juga ada yang nyempil masuk ke tulisan artikel. Beberapa foto yang enggak sempat naik tayang, akan Mbak Samantha paparkan di artikel ini. Foto-foto yang antimainstream-lah, kira-kira gitu kesimpulannya.

Sejumlah busana yang didesain dan dijahit sendiri oleh Mbak Samantha ini, dirupakan dalam kain batik, lurik, hingga kain sibori, disematkan ke Aldo dan Janet. Dalam konsep dari coat, kimono, hingga celana begi. Semua foto diambil indoor, di studio foto RumahPhoto di kompleks Pelangi Bpoin Balikpapan.

Dari sesi pemotretan ini, Mbak Samantha semakin terpantik untuk menggarap sekuel-sekuel berikut untuk Samantha Project. Cuman, ya, itu, masih terhalang kesibukan tanpa henti. Tumpukan kain di sebelah yang menanti dijahit, membuyarkan keinginan itu. Sering, malah.

Tapi, semangat Mbak Samantha tetap berkobar. Ibarat jika dulu pas kecil, urusan sekolah jangan sampai mengganggu jam bermain, maka sekarang, urusan menjahit jangan sampai menganggu ekspresi diri.

Karena itu, mumpung sempat dan inget, plus kebetulan pula idenya nongol di kepala setelah menyeruput segelas jahe dingin, laptop langsung dibuka. Jadi deh, artikel yang ini. Lalu, kapan tulisan sekuelnya? Segera. Janji deh, demi Asterix dan Obelix, serta batu-batu menhirnya itu.

Ini dia beberapa fotonya. Penasaran gimana sekuel-sekuel selanjutnya? Wajib, dong. Myehehe.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.