PERWAKILAN INDONESIA DI SSEAYP 2017 MEMAKAI BAJU SAMANTHA

by

Akhir tahun 2017, The Ship for South East Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP), program pertukaran pemuda yang merupakan kerja sama antara pemerintah negara ASEAN dan Jepang, dilangsungkan. Program rutin tahunan ini merupakan SSEAYP yang ke-44. Ada 28 orang perwakilan Indonesia yang tergabung dalam “Garuda 44”.

Dan, Mbak Samantha diminta berpartisipasi dalam kegiatan itu, dengan mensponsorinya. Para pemuda dan pemudi dari 27 provinsi-plus 1 orang national leader-ini, mengenakan baju Samantha dalam beberapa aktivitasnya. Yang cewek memakai kimono lurik. Sedangkan yang cowok, mengenakan kemeja kimono lurik.

Sebanyak 29 busana yang dibikin Mbak Samantha selama berhari-hari. Capek memang, tapi sangat puas. Itung-itung menyicil ke luar negeri, meskipun bajunya dulu yang berangkat. Aaa, suatu saat Mbak Samantha pasti akan dolan ke Jepang, dan mau maem dorayaki di kaki Gunung Fuji. Tunggu ya, Jepang, Mbak Samantha nanti kan datang. Enggak hanya Jepang ding, tapi semua negara se-ASEAN. Semoga, semoga.

Skip, skip, yuk kembali ke topik. Sejumlah 300 peserta SSEAYP yang berasal dari 10 negara ASEAN plus Jepang, ini, usianya di rentang 20-30 tahun. Mereka dari latar belakang yang beragam. Kalau perwakilan Indonesia, pesertanya dari mahasiswa, dokter, pekerja sosial, guru, jurnalis, hingga karyawan swasta.

Mereka mengunjungi lima negara, yakni Jepang, Kamboja, Thailand, Indonesia, dan Malaysia, selama 52 hari, dari 23 Oktober-13 Desember 2017. Negara-negara itu disamperin memakai kapal yang bernama “Nippon Maru”. Wah, sudah kebayang gimana asyiknya program ini.

Rahmat Mato, salah satu peserta, berkenan membagi ceritanya. Menurut dia, di Jepang, yang dikunjungi antara lain kota Tokyo, dan beberapa prefektur. Di Kamboja, yang dikunjungi antara lain Shinokvile dan Pnom Penh. Di Thailand, peserta “menyapa” Bangkok. Jakarta jadi tujuan saat di Indonesia. Sementara di Malaysia, yang dituju adalah Kuala Lumpur dan Putra Jaya.

“Kegiatan kami sangat beragam. Ada yang di atas kapal dan ada juga ketika kami berlabuh di setiap country program (negara tujuan). Kegiatan di atas kapal seperti diskusi terkait isi tematik yang telah disiapkan, seminar, dan workshop, national presentation, hingga games kekompakan grup,” kata Rahmat.

Juga ada kegiatan-kegiatan pertukaran budaya lainnya, seperti Indonesian coffee dan noodle party. Juga Batik Day, yang digagas kontingen Garuda 44. Oh iya, ngomong-omong mengapa ada “44” itu karena terkait program SSEAYP yang sudah berlangsung selama 44 tahun. Wah.

Selama country program, lanjut Rahmat, kegiatannya bersama kawan-kawan adalah kunjungan institusional, pertemuan dengan kepala negara, diskusi dengan masyarakat setempat, dan homestay program dimana mereka tinggal bersama keluarga angkat. Ah, serunya.

SSEAYP sudah menghasilkan banyak alumni yang top di Tanah Air. Dari pejabat, menteri, sampai orang-orang yang menjabat posisi penting. Salah satunya Anindya Putri, yang merupakan Putri Indonesia 2015, dan menjadi top 15 di Miss Universe pada tahun yang sama.

Oh iya, lantas bagaimana kesan mengenakan baju desain dan bikinan Mbak Samantha ini? “Mengenakan busana Samantha menjadi salah satu favorit kami. Selain karena modelnya yang unik. Baju Samantha juga sangat menonjolkan identitas kami sebagai perwakilan Indonesia yang kaya akan budaya,” begitu kata Rahmat. Makasih, ya, makasih.

Busana Samantha ini, menurut Rahmat, nyaman dipakai di berbagai kegiatan kasual mereka. Bukan hanya dia dan kawan-kawannya yang menyukai busana Samantha, karena banyak peserta lain juga suka.

“Di akhir program, ada tradisi tukar pakaian. Banyak peserta yang minta untuk bertukar baju Samantha dengan baju mereka. Tapi karena banyak kawan-kawan Garuda 44 telanjur suka baju Samantha, banyak yang menolak menukarkannya,” kata dia. Ups, Mbak Samantha jadi terharu, wkwkwkw…

Mbak Samantha, owner Samantha Project alias Modiste Samantha Balikpapan ini, sangat gembira mengetahui bajunya diapresiasi. Setidaknya merasa ikut sebagai peserta ke-30 di kontingen Garuda 44, ahahahaha. Dari Balikpapan, Mbak Samantha mengucapkan banyak terima kasih. Salim atu-atu…

Kalian hebat dan membanggakan Indonesia. Suatu saat mainlah ke Balikpapan dan mari kita bersua. Bolehlah Mbak Samantha tuangkan segelas teh yang enak untuk kalian, sembari berbagi cerita. Jadi termotivasi, nih untuk buruan mendaftar SSEAYP tahun 2018.

Tekad sudah cukup bulat. Koper sudah ada, paspor tinggal bikin. Siap naik kapal. Janji deh, swear, nggak akan mabuk laut atau rewel minta menuju ke darat. Cuman, ya, itu, ketika melihat syarat umur sebagai peserta SSEAYP yang musti 20-30 tahun, Mbak Samantha segera buru-buru menjahit. Myehehe…

Salam Samantha

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.