MBAK SAMANTHA MEMPERDALAM “ILMU” SHIBORI

by

Cerita terbaru kali ini adalah, Mbak Samantha bertekad memperdalam ilmu ke-shibori-an. Ketika berwisata kembali ke Yogyakarta (baca : mudik), beberapa bulan lalu, Mbak Samantha langsung menuju ke rumah Mbak Rohana, salah satu pembuat shibori.

Jadilah sehari penuh kursus, berkutat dengan kain-kain dan pewarna-pewarna. Bahagiaaaa. Topiknya adalah Shibori Itajime, salah satu teknik dalam pembuatan shibori.

Apa itu teknik Shibori Itajime? Menurut buku “Cara Mudah Membuat Shibori + Step by Step” karangan Ami Wahyu dan Tati Supardi, cara membuat shibori itajime, adalah, lebih dulu kain dilipat-lipat beberapa kali, sesuai selera.

Misalnya kain dilipat seperti akordeon, lalu dilipat lagi segi empat atau segi tiga. Kemudian pada bagian tengah lipatan kain diberi penghalang dari plastik atau bahan lain yang tidak tembus air.

Masih menurut buku itu, kemudian plastik dijepit dengan dua bilah kayu. Setelah kain dicelup ke dalam pewarna, pola yang dihasilkan adalah bentuk kotak-kotak jika kain dilipat segi empat. Atau kotak-kotak dengan garis-garis diagonal jika kain dilipat segi tiga.

Dalam pembuatan shibori itajime, alat penjepit bisa bermacam-macam, tergantung keinginan. Misalnya potongan kayu sederhana, sumpit, bahkan penjepit kerta ukuran besar pun bisa. Atau juga ada orang yang membuat penjepit khusus dari besi.

“Semakin menyenangkan menyelami seluk-beluk shibori. Kita bisa menciptakan lipatan baru, dan setiap lipatan akan menghasilkan banyak ragam pola. Lipatan tidak terbatas satu lipatan, tapi tergantung kita berkreasi,” ujar Mbak Samantha.

Saking semangatnya bercerita, Mbak Samantha sampai tersedak teh botol. Ah, memang kalau cuaca panas gini, enaknya menyeruput teh yang seperti ini. Sedikit dingin, sempurnalah hidup, eh teh, ini.

Mbak Samantha sedang meramu warna untuk bikin shibori

Apakah sulit bikin shibori? Mbak Samantha merasa, pada dasarnya enggak sulit. Meski begitu, tergantung kreativitas diri sendiri. “Yang paling penting komposisi pewarnaan harus tepat, antara pewarna dan pengunci warna,” kata Mbak Samantha.

Kembali ke buku tadi, ada beberapa tips. Agar hasil pembuatan shibori maksimal, maka gunakan kain katun atau sutera karena menyerap warna paling baik. Kita juga bisa berkreasi dengan memadukan berbagai metode.

Shibori bisa diterapkan pada pada busana jadi, misalnya blus, t-shirt bahan kaos, atau celana panjang bahan kain, selendang, atau tas kain. Komplet, lah pokoknya.

Ah jadi ingin memproduksi shibori setelah memperdalam ilmu, hehe. Tengok kanan tengok kiri. Mana gitar? Eh, mana kain-kain katun yang “nganggur”. Jadi, tungguin ya tanggal mainnya.

Bikin pantun dulu, ah. Asterik liat coklat langsung digigit, Obelix masih suka makan ikan teri. Pasang dulu tampang yang serem dikit, Mbak Samantha pun bersiap bikin kain shibori.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.