MBAK SAMANTHA DAPAT PENGHARGAAN

by

Kejutan besar muncul di Bulan April 2019. Apakah pasukan Romawi akhirnya menyerang Desa Galia? Oh bukan. Ternyata, kejutannya adalah, mbak Samantha diberi tahu jika namanya masuk dalam 11 perempuan inspiratif Balikpapan. Langsung gemetar, deh.

Jadi, award ini bertajuk “Perempuan Inspiratif Balikpapan” dan diberikan kepada 11 perempuan yang dianggap memberi insipiratif dalam bidang masing-masing. Jadi, ada perempuan yang berprofesi sebagai atlet squash, polisi, gitaris, fotografer, pegiat konservasi orangutan, make up artist, petinggi bank, aktivis perempuan, hingga ibu rumah tangga.

Dalam event “Inspirasi Kartini” di Plaza Balikpapan, Kaltim, 21 April lalu, foto-foto kesebelas perempuan ini dipajang sehari.  Malamnya digelar pula talkshow. Oh iya, award ini dihelat Iksantara (fotografer professional), bersama Mahacita Indonesia dan Plaza Balikpapan.

Keren-keren deh semua itu. Sempat hinggap rasa “bagaimana gitu”, karena sejatinya jauh lebih banyak perempuan di luar sana, yang lebih berhak mendapat penghargaan itu.  Mbak Samantha sendiri baru berkiprah sejak akhir 2014, belum lama.

Sepertinya juga belum memberi “pukulan fashion” yang mengentak bagi kota ini. Namun, barangkali sudut pandang dari pihak lain, berbeda. Baiklah. Mbak Samantha berterima kasih dan ini akan menjadi satu lagi pemicu semangat untuk terus maju.

Mbak Samantha (nomer lima dari kiri)

Iksantara, yang menggawangi award tersebut, mengatakan, dirinya sudah melihat perjalanan 11 perempuan ini sejak 3-5 tahun lalu. “Saya lantas berpikir bagaimana bisa membuat karya dengan mereka, dan akhirnya terwujud. Dari masing-masing bidang yang (mereka) kelola, punya ciri khas,” kata Iksantara.

Mbak Samantha menekuni lini usaha jahit baju alias penjahit. Sesuatu yang mungkin, dan semakin tidak dianggap mentereng sebagai satu opsi pekerjaan “menantang” di era sekarang. Menjahit masih identik dengan pekerjaan rumahan. Apa coba, yang bisa dilakukan penjahit?

Eh jangan salah. Dalam benak Mbak Samantha, menjadi penjahit itu keren dan membanggakan. Ibunda Mbak Samantha juga seorang penjahit, dan masih menjahit hingga sekarang. Dia sudah 40 tahun membuka usaha jahit, bersama dua kakaknya.

Dengan kata lain, Mbak Samantha berasal dari keluarga penjahit. “Saya melihat ibu saya menekuni pekerjaan yang keren.  Tidak mudah menjadi penjahit. Namun ini juga tantangan menyenangkan, Karena penjahit sekarang punya tantangan baru,” katanya.

Menjadi penjahit kekinian, adalah opsi yang ditempuh Mbak Samantha. Tidak hanya berkutat di mesin-mesin jahit dan obras, namun juga mendesain baju, paham tren fashion, ikut dalam pergerakan seni, mengikuti pameran, pernah berkolaborasi dengan anak band, youtuber, hingga beberapa kali diundang sebagai nara sumber.

Tak cukup dengan urusan jahit, sejak tahun 2018, Mbak Samantha juga mulai membuat kain shibori.  Untuk mendokumentasikan perjalanan jahit-menjahitnya, Mbak Samantha memiliki akun instagram @samanthaproject, @samanthaprojectstorehouse, dan juga website www.modistesamantha.com ini.

“Apa yang saya lakukan adalah seturut passion dan mengeksplorasi segenap kemampuan. Saya ingin Balikpapan semakin berkembang dalam bidang fashion, tapi juga anak-anak muda tertarik menjahit,” begitu kata Mbak Samantha yang ternyata menggandrungi grup band Metallica, dan sempat bekerja sebagai jurnalis ini.

Ah begitu. “Jadi, kapan Mbak Samantha jadi nara sumber acara bincang fashion di Desa Galia?” tanya Assurancetourix, salah satu warga di Desa Galia yang menganggap dirinya sebagai musisi satu-satunya di desa itu.

Wah, asyik, dong, jika Mbak Samantha bisa ke Desa Galia. Bisa nyicip ramuan ajaib racikan Panoramix, atau nonton pertarungan “tidak seimbang” jika pasukan Romawi menyerang Galia. Hanya saja, masalahnya, naik apa ke sana. Di peta, ada enggak sih desa itu?

–Adil sejak dalam pikiran—quote Pramoedya Ananta Toer

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.