KOLABORASI SAMANTHA PROJECT – BIRU TAMAELA

by

Kolaborasi unik tercipta tatkala Mbak Samantha, yang adalah penjahit baju kekinian di Balikpapan, Kaltim, bersua anak-anak muda penuh semangat yang menyebut diri mereka sebagai pasukan “Biru Tamaela”. Sesemangat penduduk Desa Galia melihat ada prajurit Romawi masih berani menyerang desa mereka. Hehe..

Eh, mari kenalan dulu sama Biru Tamaela. Ini adalah band indie asal Balikpapan yang mengusung genre folk, beranggotakan lima personel, Erce Ramadhani (vocal), Aditya Darmawan (gitar akustik/backing vocal), Aji Daud (gitar), Fajar Masliansyah (bass/backing vocal), dan Wisnu Pratama (drum).

Satu orang di balik layar adalah Rizaldy Dolly, yang berjibaku dalam lirik-lirik lagu mereka.  Usut punya usut, nama Biru Tamaela diambil dari judul puisi karya Chairil Anwar, yang berjudul “Cerita untuk Dien Tamaela”. Sedangkan “biru” diambil karena melukiskan warna ketenangan yang dilukis Tuhan di langit dan laut.

Biru Tamaela coba memaknai Tamaela dalam puisi itu, memakai perspektif sendiri, di mana mereka melihat Tamaela adalah seorang gadis kecil yang hidup di antara sunyi dan tenang. Mereka yang “ditemukan” Tamaela, untuk menceritakan banyak hal lewat musik. Dan lahirlah konsep Biru Tamaela sebagai pengiring langkah hidup si gadis kecil itu.

Terbentuk Februari 2018, Biru Tamaela langsung unjuk gigi. Anak muda Balikpapan pasti tahu band ini. Awal Juni 2018, mereka merilis single berjudul “Rintik Malam”, lagu bertemakan cinta tapi dalam perspektif yang “meninggalkan”. Rilisan digital ini dapat respon di luar dugaan. Penasaran bagaimana lagunya? Ini link-nya https://www.youtube.com/watch?v=TYaCk2_zkoQ

Biru Tamaela lantas merilis mini album bertitel “Gadis Kecil” yang berisi lima lagu, 29 September lalu di Royal Suite Hotel, Balikpapan. Mini album ini bercerita tentang lahirnya seorang gadis yang mungkin mengalami sekian suasana kontradiktif kala berhadapan dengan realita. Biru Tamaela mengajak pendengarnya melihat dan mendampingi sang gadis sampai ia dewasa.

Tetapi, omong-omong bagaimana awalnya Mbak Samantha, owner Samantha Project bersua para punggawa Biru Tamaela? Berawal dari obrolan, ternyata ada kesamaan “jalan”. Samantha Project yang sejak awal 2018, membawa label baru yakni “Bleu” dalam berkreasi lewat shibori, pas dengan jiwa Biru Tamaela.

“Biru Tamaela membawa corak musik yang baru, yang sebelumnya belum ada di Kaltim, atau setidaknya di Balikpapan. Mereka punya setumpuk semangat serta optimisme. Akan jadi kolaborasi menarik jika Samantha, melalui Bleu, bersama Biru Tamaela,” begitu kata Mbak Samantha sembari menjahit baju.

Kebetulan pula, di awal membawa bendera “Bleu”, Mbak Samantha cenderung banyak memakai warna biru dalam kain-kain shibori yang dibikin. Seperti laut yang berwarna biru, dan menyimpan misteri, begitulah menariknya warna biru.

Aditya juga antusias ketika Samantha Project “mengawal” Biru Tamaela dalam ranah kostum dan dekorasi di sejumlah acara dan pentas. Saat merilis mini album, suasana panggung dan sekitarnya serba shibori, dan serba biru. Benar-benar Biru (Tamaela). “Senang sekali bisa bareng Samantha Project,” kata Aditya.

Seberapa seru kostum panggung Biru Tamaela yang dibikin oleh Mbak Samantha ini? Seru banget, lah. Mbak Samantha pun senang bisa berkolaborasi dengan grup band yang unik ini. “Suatu saat, saya mau bikin lagu, sebagai jingle Samantha Project. Mau masuk dapur rekaman,” kata Mbak Samantha menggebu-gebu.

Cuma, ya itu. Mbak Samantha baru sempat masuk dapur beneran untuk memasak sayur lodeh dan tempe garit, serta masuk ke “dapur jahit” untuk “memasak” kain. Nasib ya nasib. Nah, tuh, layar ponsel berkedip-kedip pertanda ada pesan masuk. Walah, sudah dikejar-kejar jahitan. Bikin kebaya, kek, sampai bikin gaun, nek. Gile.

Kalau sudah dikejar “deadline”, pasukan Romawi pun kalah cepat larinya dari Mbak Samantha. Mesin-mesin jahit Mbak Samantha pun menderu-deru, bisa jadi lebih seru ketimbang balapan MotoGP antara Rossi versus Marquez yang salip-menyalip. Mereka ngebut di sirkuit, sementara Mbak Samantha pancal gas mesin jahit di rumah. Suara mesin jahit pun beradu nyaring dengan lagu-lagu Biru Tamaela.

Jadi membayangkan bagaimana jadinya kalau Biru Tamaela menggelar konser di Desa Galia.  Anak-anak muda Biru Tamaela ini pasti meminta minuman ajaib racikan Mbah Dukun Panoramix. Enak enggak sih minuman yang bikin pasukan Romawi wajahnya pucat kala menyerbu Desa Galia, itu?

Masih belum kenal Dukun Panoramix? Kok bisa? Semua prajurit Romawi kenal, dan langsung ketakutan kala melihat dia mulai menyiapkan kuali untuk meracik minuman super itu. Jadi, kenalan dulu sana, sama simbah Panoramix. Salim. Pasang senyum. Siapa tahu bisa dapet secangkir…

@birutamaela  @samanthaproject  @bleu.art.studio

Masih penasaran dengan musik Biru Tamaela? Wajib dengerin ini.

Baca Juga Artikel Lainnya :
KELAS SHIBORI ALA SAMANTHA PROJECT

PERWAKILAN INDONESIA DI SSEAYP 2017 MEMAKAI BAJU SAMANTHA

 

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.