KETIKA “FOUNDER” SAMANTHA MENGUNJUNGI “OWNER” SAMANTHA BALIKPAPAN

by

Jadi, ceritanya begini. Pendiri atau founder “Modiste Samantha” yang adalah ibunda mbak Atha Samantha, berkunjung ke Balikpapan, beberapa waktu lalu. Selain piknik, dan menengok anaknya, ibunda juga berkeinginan mengecek operasional “kantor cabang” Samantha di Kota Minyak ni, hehehe. Apakah sudah sesuai “standar” atau belum.

Sang ibunda, yang bernama lengkap Sri Suwantiyah (68), selama beberapa hari berkelling dengan agenda berwisata. Dari naik perahu di Mangrove Center Balikpapan, nengok pantai-pantai, sampai nonton beruang madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH). Dari nongkrong di kedai kopi, menjelajah Pasar Inpres Kebun Sayur, hingga ke Bukit Bangkirai. Ah, masih berjiwa muda, sama seperti anaknya.

Sampai pada suatu pagi, ibunda terenyuh melihat Mbak Samantha kok jahitannya enggak kelar-kelar. Padahal pagi itu, agendanya piknik sejenak. Ibunda pun langsung berinisiatif mengambil jarum dan benang, ikut membantu mengesum baju orderan jahit anaknya. “Dulu, ya tiap hari begini, dari kamu (Mbak Samantha) belum lahir,” kata ibunda tertawa.

Di usia yang hampir 70 tahun, ibunda masih aktif membuka usaha jahit bernama “Modiste Samantha” di Kota Yogyakarta. Persisnya di Langenarjan Kidul nomor 33, Kecamatan Kraton. Memang sudah lama enggak lagi terjun menjahit, melainkan hanya membikin pola dan menggunting.

Urusan jahit-menjahit, sudah lama diserahkan ke para karyawan. Tetapi, namanya saja “tukang jahit”, ibunda tetap piawai. Mbak Samantha mengenang, dulu, ibunda sangat cepat menjahit. “Mungkin di usia yang sama, saya masih sedikit kalah cepat, hehe,” demikian kata Atha Samantha, alias Mbak Samantha, pemilik (owner) Samantha Project.

Modiste Samantha (pusat) di Yogyakarta, didirikan tahun 1968, hampir 50 tahun silam. Sudah cukup lumayan mahir menjahit, ibunda-yang saat itu baru masuk kuliah-kemudian berpikir untuk buka usaha jahit di rumah. Biar lebih mantap konsepnya dan lebih yakin, ibunda ikut kursus di Goet Poespo–seorang desainer top.

Seiring waktu, ibunda mengembangkan sendiri pola-pola busana. Modiste Samantha di Yogyakarta, mengkhususkan diri pada jahit busana wanita (modiste). Kini, ada tiga generasi anaknya yang semuanya terjun menjahit, meneruskan “DNA” penjahit. Wuih, serunya.

Mbak Samantha adalah yang terakhir “terjerumus bahagia” menjadi seorang penjahit. Bedanya, Modiste Samantha di Balikpapan—yang lebih ngetren disebut Samantha Project—juga menangani lini jahit busana pria (tailor), dan mengeluarkan sekian banyak produk desain sendiri yang ready to wear.

Oya, dua kakak mbak Samantha, yakni Mbak Ida dan Mbak Luluk, bareng-bareng buka lapak jahit di “kantor pusat” Samantha, Yogyakarta, menemani ibunda. Mereka bertiga punya tenaga penjahit sendiri-sendiri. Namun tetap dengan bendera “Modiste Samantha”.

Jadi…apakah Modiste Samantha cabang Balikpapan yang hampir tiga tahun berdiri ini, lulus penilaian “quality control ala Samantha” oleh pendiri Samantha Modiste? ….. “Lulus,” begitu kata ibunda, guru menjahitnya Mbak Samantha yang teopebegete ini. Uulalaaa.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.