HOW TO LOOK GEORGEOUS ? MBAK SAMANTHA KASIH TIPS-NYA (part-1)

by

Asyik. Mbak Samantha diberi kesempatan untuk sharing dikit seputar fashion di depan anak-anak muda Balikpapan. Event-nya bertajuk Energi Muda Pertamina Balikpapan Community Meet-Up, It’s Time To Fit and Style”. Digelar di kantor Telkom Jalan MT Haryono Balikpapan Minggu (17/9) kemarin.

Disodori topik “How To Look Georgeous” dalam acara yang diinisiasi Citizen Journalist Academy dan didukung beberapa pihak. Gimana caranya tampil memukau, khususnya bagi mereka yang sedang menggeluti citizen journalist. Ah, moga-moga, besok ada dari mereka yang beneran jadi jurnalis sebuah media. By the way, karena topik ini panjang, tulisan dibagi dua bagian. Ini yang pertama.

Okeiih, kembali ke topik awal. Georgeous. Mbak Samantha langsung aja membuka sharing dengan mengutarakan soal tips tampil memukau dengan cepat. Ini cukup penting karena jurnalis kan dituntut cepet. Apalagi jika ntar jadi jurnalis beneran di mana tugas dan deadline adalah “harga mati”. Tak kenal waktu. Enggak punya banyak waktu untuk dandan, tetep aja ada tips-nya. Sibuk bukan berarti enggak bisa tampil memukau, kan.

“Kenali tubuh. Pakai baju dan celana yang pas dan nyaman. Sesuaikan warrna, motif, dan aksesoris,” kata Mbak Samantha di depan 25-30 peserta, para calon jurnalis muda yang bersemangat ini.

Mbak Samantha lalu memasang gambar lima bentuk tubuh cewek. Ada yang bentuk tubuhnya lurus atau kotak (rectangle), bentuk segitiga (pear), segitiga terbalik, jam pasir,

Dibedah satu-satu yuk. Dimulai dari bentuk tubuh lurus. Cirinya lebar dada dan pinggul seimbang. Garis pinggang tidak tegas, lebar pinggang hampir sama dengan pinggul. Maka pilhlah pakaian yang menciptakan lekukan pinggang. Bawahan di atas lutut. Kenakan pakaian pas di pinggang. Ikat pinggang jadi pilihan sip untuk menciptakan ilusi lekukan pinggang. “Hindari celana baggy. Hindari pakaian yang terlalu besar,” saran Mbak Samantha.

Kedua, bentuk tubuh pear atau segitiga. Tanda-tandanya lingkar dada kecil, tapi pinggul-paha-pantat besar atau lebar. Bahu dan pinggang kecil dan tidak lebar. Apa yang mesti dilakukan? Pilih baju yang bikin pinggul nampak ramping, misal celana slim. Pilih baju yang menonjolkan bahu-yang detail pada leher seperti kerah. Warna pakaian atasan lebih cerah dari bawahan. “Sebisa mungkin hindari pakai celana pensil atau bawahan yang terlalu ketat dan bercorak ramai,” kata Mbak Samantha.

Next, bentuk tubuh segitiga terbalik. Cirinya, bahu lebih lebar ketimbang pinggul. Hampir nggak punya lekuk tubuh. Maskulin, gitu, deh, kira-kira. Seperti cewek yang hobi banget berenang, gitu gambaran mudahnya. Sarannya, pakai atasan clean cut tanpa detail. Untuk bawahan, paling sip pakai rok A-line atau celana yang bervolume. “Hindari celana pensil atau yang super ketat,” gitu kata si Mbak ini.

Keempat, bentuk tubuh jam pasir. Ini, nih, bentuk tubuh idaman setiap wanita di seluruh dunia. Cirinya, ukuran pundak dan garis pinggang sama. Lingkar dada penuh, lekuk pinggang tajam. Serta pantat, paha, dan pinggul yang juga penuh. Artis yang punya bentuk tubuh kayak gini, antara lain Marylin Monroe, Jennifer Ariston, dan Kate Winslet.

“Kalau yang jam pasir, mau pakai apa aja lebih banyak ragam. Tapi tidak banyak yang tubuhnya gini. Meski gitu, sebaiknya juga hindari busana lurus yang nutupin lekuk pinggang. Sebaiknya enggak pakai outer atau jaket tebal yang kebesaran. Gunakan atasan yang lehernya terbuka. Sangat disaranin pakai celana boot cut, pensil, dan rok A-line.
Kalau lekuk tubuh ingin lebih ditonjolkan, bisa pakai ikat pinggang,” katanya.

Bentuk tubuh cewek yang kelima, adalah tubuh yang besar. Ah, peserta mulai riuh dan bersorak. Sampai ada yang nyeletuk,”Bentuk tubuh yang besar, kok yang tidak ada gambarnya ya di presentasi kakak..”.. Glek. Ah, kalau ini, sepertinya tidak perlu didetilkan ciri-cirinya ya. Soalnya dah pada tahu.

“Kalau badannya besar, jangan pakai baju yang terlalu banyak detail. Sebab itu bikin tubuh jadi semakin besar. Hindari juga busana yang terlalu panjang agar tidak nampak pendek. Fokus saja pada busana yang bikin tubuh jadi ramping dan langsing. Pilih baju yang pas, tidak ketat, tidak longgar. Untuk ilusi tubuh yang tinggi, sebaiknya pakai motif garis vertikal,” ujar Mbak Samantha.

Setelah sekian menit membahas soal wanita melulu, giliran pria yang dibahas. Pesertanya kan ada juga yang kaum adam. Nah, ternyata, cowok juga punya berbagai macam bentuk tubuh, dan tak jarang kesulitan milih baju. Semakin ke sini, cowok semakin merhatiin penampilan juga, lho. Jangan salah.

Ada cowok yang tubuh atas dan bawahnya ramping tapi berisi di tengah. “Yang gini, cari baju warna yang lembut dan dipadu-padankan dengan warna-warna terang. Jangan pakai warna kontras,” gitu saran Mbak Samantha.

Bentuk tubuh pria yang kedua, yakni pinggang ramping namun bahu lebar. Sarannya, kenakan atasan berukuran medium. “Skinny jeans pilihan tepat. Kalau tubuh pendek, celananya selutut atas di atas lutut, akan nampak lebih baik daripada skinny jeans,” ujarnya.

Nah, kalau cowok yang tubunya besar, gimana? Ada beberapa tips. Satu, pakai pakaian berbahan lembut, dan sedikit longgar. Hindari pakaian terlalu ketat dan terlalu panjang (atasan). Lalu hindari juga pakaian yang detilnya turtle neck. Sebab, ini bikin nampak makin lebar dan ‘tenggelam’.

Lalu, kalau pria yang tubuhnya kurus dan kurus tinggi, bagaimana tipsnya? Lebih baik pakai yang slim-fit. Pakaian dengan warna kontras akan keliatan apik. Jangan pakai baju oversize karena akan nampak lebih kurus. “Sebaiknya enggak pakai skinny jeans,” kata Mbak Samantha.

Nah yang terakhir, kalau cowok yang tubuhnya lebar dan sporty? Apa yang cocok? “Pakai baju yang sedang dan agak ketat. Celana slim-fit cocok,” ucapnya singkat.

Sedikit kesimpulan sebelum sesi tanya jawab (di tulisan selanjutnya), apa nih Mbak Samantha? “Begini..tampil menarik, memukau, itu tidak harus mahal. Pakailah baju celana yang nyaman dan pas sesuai bentuk tubuh. Wajib pede. Enggak harus ikuti perkembangan mode, karena tidak selalu cocok,” katanya.

Satu lagi kesimpulan, pintar-pintar daur ulang. Lho, apa ini? Daur ulang? Oh gini, maksudnya, pakai pakaian lama dan padu-padankan. Bisa bongkar lemari mamah, papah, mbak, untuk mencari “harta karun”. Di sini, nih, kreativitas mencocokkan busana, bisa dilatih.

Gitu.. oks, sambung ke tulisan kedua ya.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.