EKSPLORASI SHIBORI ALA SAMANTHA

by

Cukup lama asyik dengan lurik, batik, dan kain tradisional lainnya, Mbak Samantha giliran mengutak-atik shibori. Berawal dari ngobrol kesana-kemari dengan Mbak Sari Dimas, founder sekolah model “AME MODELS”, ditemani bergelas-gelas teh, photo session segera dirancang.

Pertengahan Desember 2017 lalu, Mbak Sari Dimas, membawa tujuh siswinya, ke lokasi pemotretan. Pilihan outdoor diterjemahkan simpel dengan sebuah hamparan lapangan rumput di pinggir Jalan MT Haryono, Balikpapan. Tidak luas, tapi cukup sip untuk mengekplorasi ide.

Busana dari kain shibori yang didesain dan dijahit Mbak Samanta melekat indah pada mereka. Mbak Sari “turun lapangan” memberi arahan pada adik-adiknya itu, dibantu Mas Doloks yang bersiaga dengan kamera di tangan. Mbak Samantha bertugas wira-wiri di belakang layar.

Setelah setidaknya lima jam, sesi pemotretan pun selesai, seiring senja datang. Great job, well done. Mbak Samantha puas dan tertawa lepas. Terbayar sudah setumpuk penat dan capek gegara menjahit seluruh busana-busana itu, di sela-sela rutinitas menjahit baju pesanan pelanggan.

Okei, kita balik ke shibori. Mengapa Mbak Samantha tertarik ke kain yang motifnya dibikin dengan teknik ikat-celup yang asalnya dari Jepang itu?

Sebetulnya ketertarikan akan shibori sudah lama. Dalam photo session pertama Samantha, 2016 lalu, shibori sudah diangkat. Sejumlah pelanggan Mbak Samantha juga pernah order busana dari kain shibori. Shibori yang ternyata dirasa pas dengan ide Mbak Samantha di penghujung tahun 2017 dan awal 2018.

“Shibori itu unik, kalem, dan menarik. Ada keindahan di balik kesederhanaan motif dan coraknya. Dominan satu warna, dan gradasi warnanya yang bisa beberapa lapis, justru memperkuat kesederhanaan shibori,” begitu penjelasan Mbak Samantha, owner Samantha Project ini.

By the way, kita kenalan sebentar sama shibori, ya. Shibori diartikan sebagai teknik ikat-celup yang sebenarnya sudah berumur ratusan tahun. Mencari sedikit sejarah shibori, Mbak Samantha mengutip www.bernas.id

Di web itu diceritakan kalau shibori sudah ada sejak 1300 tahun lalu di Jepang, dan awalnya hanya untuk kain-kain sutera. Namun sejak 400 tahun silam, kain katun pun dipakai. Di Jepang, teknik shibori diperuntukkan untuk kain tradisional, yakni kimono.

Masih dari situs itu, disebutkan oleh Yoshioka Kenji, perajin shibori asal Kyoto, terdapat 50 teknik celup Jepang yang berbeda-beda. Tetapi sekarang hanya dipakai sekitar 30 tenik saja, karena sudah tidak diketahui lagi bagaimana cara membikinnya.

Teknik shibori bukan hanya mengikat kain, tetapi juga menekan, menjahit, menjepit, dan melipat, sehingga pola-pola (gambar) yang tercetak pada kain, berbeda. Semakin ke sini, shibori yang kerap disebut teknik pewarnaan kain ini, sebenarnya malah berkurang peminatnya.

Meski begitu, perajinnya masih ada, termasuk di Indonesia yang lebih mengenal teknik itu sebagai “batik jumputan”. Perbedaannya, banyak, namun Mbak Samantha belum akan membahas di artikel yang ini. Melainkan membahasnya dari sisi eksotis shibori ketika tercetak pada kain.

Dominasi satu warna, yang dipercantik lewat sentuhan gradasi dan pola-pola tak beraturan, membuat kain shibori punya “kelas” tersendiri. Tidak semua orang bisa menikmati shibori, namun yang menyukai, tentulah sepakat kalau kain shibori ini punya daya pikat magis.

Garis, bentuk, semburat, corak, atau apalah untuk menyebut motif yang tercetak, mencipta satu harmonisasi nan sederhana tapi penuh makna. Kain shibori sanggup menjelma menjadi aneka busana kekinian, yang tidak rumit. Lebih terkesan simpel, apa adanya, kalem, tapi tetap elegan.

Hm, apakah dari sini, berarti Mbak Samantha akan banyak mengeskplorasi shibori di sepanjang tahun 2018? “Bisa, bisa, tunggu saja tanggal mainnya. Oya, kalau mau bikin busana-busana berbahan kain shibori, silakan main ke workshop Samantha,” ajak Mbak Samantha.

Pakai shibori, siapa takut? Keren, kaleeee. Sekeren Lucky Luke yang lebih cepat menembak ketimbang gerakan bayangannya sendiri.

Salam Samantha
ig @samanthaproject @samanthaproject_storehouse

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.