Dari Papan Kayu, Tutup Drum Oli, Sampai Neon Box “Samantha Project”

by

Sejak membuka usaha jahit, akhir 2014, baru kepikiran bikin papan atau plang sekian bulan kemudian. Itu pun ketika mau ikut pameran, pertengahan 2015. Papannya dari kayu dan diwarnai sapuan cat bertuliskan “Samantha Project”.

Papan itu pun “berkelana” dari pameran ke pameran. Kalau di rumah, papan kayu yang enteng itu dicantelkan di atas pintu kamar tamu. Merasa kurang, di tahun yang sama, bikin lagi papan kayu. Tulisan sama, hanya beda “font”. Ditambahi tagline “pantes lan prayogi”.. Hehe.

Bedanya, yang ini cukup berat. Terdiri tiga papan yang disatukan, seluruh permukaannya dicat rada mengkilat. Papan ini tidak digantung kalau pameran, tapi disandarkan ke meja atau sepeda. Lho kok sepeda? Yak arena dulu Mbak Samantha bawa sepeda onthelnya sebagai properti pameran.

Selang beberapa waktu, malah punya ide kalau papan yang berat itu dijadikan meja. Dan begitulah pada akhirnya. Tidak banyak utak-atik. Cuma pergi ke tukang las untuk minta dibuatkan kaki-kaki meja yang cukup empat tiang. Taruh papan di atasnya. Dipaku, beres.

Waktu bergulir, ada ide baru. Bikin plang dari seng plat nomor. Langsung bikin dua. Karena saat itu lagi memulai instagram dan mengawali website jahit, maka tulisan di plang adalah akun instagram @samanthaproject dan alamat web : www.modistesamantha.com.

Plat nomer Samantha ini juga digotong dari pameran ke pameran, dan kegiatan tertentu yang diikuti Samantha.

Satu waktu Mbak Samantha mudik Jogja, dan jalan-jalan ke daerah Kasongan, Bantul. Iseng masuk ke outlet perajin besi, langsung ke pikiran bikin plang. Bahannya tutup drum bekas oli yang ukuran 200 liter itu. Satu sisi dicat, dan ditulisi “Samantha Project” dan “Galeri Kita”.

Lho apa itu Galeri Kita? Oh jadi gini. Dulu, dulu banget, Mbak Samantha sama satu temennya, pernah iseng bikin brand baru yang khusus bikin bantal. Dikasih nama  “Galeri Kita”. Pernah ikut pameran juga. Tapi brand itu tak lama.

Mesti fokus. Makanya dilepas. Hanya saja, tutup drum dicantelkan terus di depan rumah. Dari dicantelkan di teras, nempel ke tiang garasi, depan tirai bambu depan galeri, sampai posisi terakhir: tancep ke tiang kayu di pojok di halaman depan.

Tutup drum bekas itu memang iconic. Mereka yang mencari rumah atau workshop jahit Mbak Samantha, pasti mudah menemukannya. Apalagi empat tahun terakhir, ada pajangan baru di tembok teras : mesin jahit genjot merek Singer. Ini mesin jahit pertama Mbak Samantha yang dibeli tahun 2012. Karena bermasalah terus, dipensiunkan saja.

Memasuki tahun 2022, muncul ide lagi. Papan nama usaha jahit, sepertinya lebih cihui kalau berwujud neon box. Mungkin gegara lihat banyak neon box café, ingin menerapkannya. Untungnya ada teman yang memang spesialis bikin itu.

Dibuatlah neon bok yang dua sisinya berlatar hitam and putih. Kalau malam, klik, menyala. Makin mudah orang menemukan rumah Mbak Samantha.  By the way, agak berlebihan enggak ya usaha jahit pakai plang neon box, he.

Enggak lah, pastinya. Café yang kecil aja bisa masang neon box, masa usaha jahit enggak. Lagipula, unik, kan. Neon box ini yang dipasang di tiang kayu ini menggantikan posisi lampu kapal modifikasi (lampu teplok kapal, yang dalamnya dipasangi lampu).

Nah, di neon box ini mbak Samantha memakai judul “penjahit”, “sewing & alteration”, selain alamat instagram dan website. Komplet, nih. Di malam hari, neon box bersinar.. Tinggal di klik saklarnya. Kalau pagi, klik lagi, dimatiin. Ah, malah serasa punya café. By the way, kok malah jadi panjang ya cerita soal papan nama yang menggelinding sampai neon box ini. Ahahaha..

 

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.