“KITA”, BANTAL-BONEKA KOLABORASI SAMANTHA DAN BARAKATI

by

Selamat Tahun Baru, yeay… Awal tahun 2018 ini, Mbak Samantha, owner “Samantha Project”, bikin brand baru. Produknya adalah aneka bantal dan boneka, yang diberi label “KITA”. Ini adalah proyek join-an bareng Mbak Yuli, owner “Barakati”, yang juga sohib Mbak Samantha.

Berawal dari sekian pembicaraan, yang dipasok amunisi bergelas-gelas teh, gagasan membuat bantal mengemuka, Desember lalu. Kok bantal? Iya, karena kami penggemar berat alias die hard-nya bantal, dan sepertinya banyak orang yang demikian. “Kami bikin bantal biasa, juga bantal yang antimainstream,” gitu penjelasan Mbak Samantha.

Bantal duduk, bantal tidur, bantal seukuran kardus ponsel, bantal bundar, bantal donat, sampai bantal segede koper, pun terlintas di kepala. Langsung dibuat, maklum, namanya juga kami-kami ini kan penjahit, myehehe. Lebih cepet menjahit bantal, malah, ketimbang baju.

Tak hanya bantal, boneka-boneka juga dibikin beberapa. Dari boneka beruang, tikus, anjing, kucing, kelelawar, hingga boneka “absurb” yang tingginya 1 meter. Bentuknya nggak jelas-jelas amat, karena konsepnya memang gitu. Boneka kucingnya aja, dibikin panjang badannya. Tikus dibikin rada gede-dari ukuran tikus pada umumnya-sementara boneka beruangnya malah dibuat mungil.

Ketika Mbak Samantha dan Mbak Yuli membawa boneka tikus ke beberapa kawan, beberapa menebak salah. Ada yang menebak itu boneka kelinci dan burung. Barulah ketika ditambahi dua “gigi”, ada yang nebak itu tikus. Lalu, boneka anjing yang memang “absurb” bentuknya, ditebak sebagai gajah, bahkan buaya.

“Kami di KITA memang mengkhususkan untuk membuat bantal, juga boneka yang tidak umum, baik dalam bentuk, paduan warna dan kain, maupun ukurannya. Kami buat sejumlah bantal dan boneka, tapi juga bikin sesuai keinginan pelanggan,” kata Mbak Yuli, yang bertangan kidal ini.

Bersamaan ide muncul, ada kesempatan nongol, yakni pameran. Wah. Forum Usaha Kreatif Sama-sama (Fokus) Balikpapan menggelar Pameran Pojok Seni dan Usaha Kreatif, di parkiran Dome Balikpapan, awal Januari. Pameran bareng 20-an pegiat seni dan pelaku industri kreatif di Balikpapan.

Wokeh, KITA mesti ikut pameran yang berdurasi tiga hari itu. Maka, Mbak Samantha dan Mbak Yuli segera mengebut bikin sekian banyak bantal dan aneka boneka. Ibarat pagi sampai sore menjahit pakaian pesanan pelanggan, sore sampai malam bikin boneka dan bantal.

Akhirnya KITA pun berangkat berpameran. Bantal bundar, bantal kotak, besar, kecil, plus bantal duduk, yang bermotif Tintin, dan superhero Superman, ditaruh di stan. Tak ketinggalan boneka aneka satwa yang ukurannya kecil-kecil. Mesin jahit listrik dan dakron (untuk isi bantal), diangkut. Eh, kenalan dulu yuks, sama salah satu boneka-bantal, yang kebetulan sudah dikasih nama.

“Yang ini, namanya Beru, alias beruang madu. Boneka empuk, kinyuk-kinyuk. Ini cuma untuk dipencet-pencet pakai tangan. Yah, untuk kegiatan iseng dan sekadar menuntaskan gemes, hehe,” kata Mbak Samantha menerangkan tentang boneka setinggi 22 cm, selebar 13 cm, setebal 6 cm, terbuat dari kain lurik dan batik, berisi dakron, dan hanya seberat 30-an gram ini.

Apakah si Beru ini bisa juga dipakai untuk bantal? Tentu saja, bisa. Hanya saja, kalau Beru dijadikan bantal tidur, kesannya agak-agak maksa, gitu, hahaha. Lha wong, cuma seupil gini. Oh iya, Beru ini awalnya hendak dikasih nama “The Bandit” lho, lantarannya bajunya yang dari kain lurik bergaris, sepintas mirip “kostum” ala-ala bandit.

Oya begini tampilan si-Beru.

Sempat juga Beru dikasih nama “Helar” yang merupakan kependekan dari Helarctos malayanus, nama latin beruang madu. Beru dan kawan-kawan, saat pameran, dipajang, alias dijual. Beru sempat sedih. Baru beberapa hari “lahir” ke dunia, kok sudah mau dijual, mungkin begitu ya perasaan dia.

Enggak ding, Beru seneng kok jika ada yang berminat, karena pasti akan ketemu pembeli yang baik hati dan sayang kepadanya. Toh Mbak Samantha dan Mbak Yuli kan bisa bikin Beru-Beru yang lain? Mmm, waktu pameran kemarin itu, Beru tidak terjual. Mungkin dia sukses ngumpet ke mana gitu, ketika ada pengunjung masuk stan KITA, hehe.

Saat pameran, Mbak Yuli dan Mbak Samantha dapat order bikin beberapa bantal. Fresh from the oven, alias langsung dibikin di tempat kejadian perkara, dan ditunggu. Salah satunya adalah bantal leher. Pola dibikin Mbak Samantha, dan Mbak Yuli yang menjahit dengan kecepatan melebihi larinya Flash Gordon.

Selain itu juga dapat pesenan untuk bikin bantal donat segede tas punggung dengan toping lapisan gula, dan taburan meses di sana-sini. Nyam, nyam. Huus, ini mesesnya dari potongan kain flanel, eaa, yang kalau dimaem, mesti lanjut ke UGD rumah sakit terdekat.

Hm, jadi semakin penasaran sama KITA? Wajib, itu. Jadi mendadak pingin bikin bantal atau bentukan boneka yang antimainstream? Kontak saja kami-kami ini di KITA. Bisa ke Mbak Yuli di nomer 081346577655, atau Mbak Samantha di nomer 082149417505.

Salam KITA.

No tags

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.