ADA SAMANTHA PROJECT DI BUKU “SAYA KAMU MEREKA”

by

Satu lagi gebrakan Samantha Project terealisasi di masa pandemi Corona. Kali ini menyambut ajakan kolaborasi dari Mbak Ayu Sulistyowati yang meluncurkan bukunya “Saya Kamu Mereka” akhir Agustus kemarin. Eh, ada yang menarik. lho, di sini. Selain bisa beli bukunya doang, ada pula beberapa opsi paket, salah satunya : buku + baju koleksi Samantha. Wuiih..

Kolaborasi yang rada nyeleneh, sih, sebenarnya. Jarak dan ranah keseharian yang berbeda, ternyata bukan hambatan untuk berkolaborasi. Mbak Ayu, penulis yang juga illustrator, sekaligus ibu rumah tangga super sibuk ini tinggal di pulau dewata, Bali. Sedangkan “duo Samantha” buka jasa jahit dan sudah ber-KTP Balikpapan. Tapi, tetap ada kok kesamaannya: ada kata “Bali”-nya, hehe. Juga sama-sama suka nulas-nulis. Begitulah.

Okay, balik ke buku tadi. Jadi, ini buku berisi kumpulan tulisan Mbak Ayu seputar perubahan aktivitas dan rutinitasnya gegara Corona. “Mendadak dangdut”, demikian istilah Mbak Ayu menggambarkan segepok kerepotan dan hiruk-pikuk hariannya yang berbulan-bulan seakan “tertanam” di rumah. Era new normal yang tidak normal.

Tapi Mbak Ayu menolak untuk mati gaya. Obrolan dengan penghuni rumah juga teman-temannya, malah jadi bahan bakar ide menulis Mbak Ayu. Coretannya dihiasi gambar ilustrasi dia juga. Mbak Ayu, wong Solo (Jawa Tengah) yang jadi wong Bali ini memang punya hobi menggambar. Ini buku pertamanya, tapi buku kesekian yang pernah disematkan gambar oleh dia. Wuih..

Aktivitas Samantha, usaha jahit kekinian, ikut disematkan di buku itu. Rasanya agak aneh, lucu, sekaligus menarik seperti reunian. Mengingat Mbak Ayu dan bro “Samantha” pernah sama-sama menimba ilmu sebagai jurnalis Harian Kompas. Mbak Ayu punya nama inisial AYS, sementara yang nulis artikel, inisialnya PRA.

Jadi, tidak heran kalau tulisan Mbak Ayu ini terasa renyah, gurih, ringan, dan “menggelinding”. Berbalut unsur jenaka. Bukunya setebal 92 halaman, tapi karena ukurannya mungil dan penuh gambar, sepertinya enggak sampai butuh dua jam membacanya.

Hal menarik buku ini tak cuma isinya, loh, tapi juga cara penjualannya. Mbak Ayu memakai cara bundling atau paket, sebuah gebrakan baru yang sampai bikin Asterix heran. Obelix sampai melempar batu menhirnya karena kaget. Idefix pun sama penasarannya.

Penjelasannya begini. Kita bisa beli bukunya saja. Atau sepaket sama beberapa pilihan, antara lain masker, voucher hotel, kopi Bali, dan…baju koleksi Samantha Project ! Wuaaa, enggak kebayang kan. Mana ada cara gini sebelumnya. Abraracourcix, Kepala Suku Desa Galia antusias kala mendengar. “Ini juga belum pernah ada di Galia,” katanya.

Makanya buruan dapatkan bukunya, sebelum paket “buku+baju Samantha” habis karena stok terbatas. Untuk informasi bagaimana order buku, langsung ke sumbernya saja di website sayakamumereka.com atau instagram @bukusayakamumereka

Mbak Ayu juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Samantha. Obrolan sekian bulan sebelumnya bahwa terbuka kans kolaborasi, akhirnya terwujud. Menyenangkan rasanya melihat logo Samantha tercetak di buku itu. Horeee..

Asyiknya lagi, kolaborasi Samantha dengan Mbak Ayu juga menjawil Lilac, band pendatang baru di Balikpapan untuk ikut mengisi acara peluncuran buku, akhir Agustus lalu. Via live zoom. Bareng juga ngobrol santai bersama Samantha Project.

Abraracourcix yang sudah membaca “Saya Kamu Mereka” merekomendasikan buku itu sebagai bacaan wajib warganya. “Kalau ada waktu, Mbak Ayu silakan mampir ke Galia. Ada banyak hal menarik di sini, yang bisa jadi insipirasi untuk buku selanjutnya,” ucap Abraracourcix.

Ah tentu saja Galia menarik, terlepas dari terlalu lama desa itu tidak diserbu pasukan Romawi. Sepertinya Mbak Ayu bikin beberapa warga Galia ingin bikin buku. Mungkin tentang kisah-kisah pertarungan mereka versus tentara Romawi yang berjalan tidak imbang–dengan kemenangan di tangan penduduk Galia.

Dukun Panoramix juga denger-denger pengin menulis buku tentang aktivitasnya bikin ramuan ajaib. Assurancetourix, satu-satunya penghuni Galia yang (merasa) musisi, juga ingin membukukan beberapa lagu dan aransemen ciptaannya. Ah, baiklah..

Bener, kan. Samantha Project itu ….. beda.

 

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.