3 BULAN MENYIAPKAN TATAG LANANG YANG “HANYA” 20 MENIT

by

Ada banyak cerita di balik gelaran fashion runway “Tatag Lanang” by Samantha Project pertengahan November 2019 lalu.  Untuk menampilkan acara menjelang petang yang hanya 20-an menit itu, diperlukan tiga bulan kerja keras berbalut semangat militan.

Owner yang juga desainer Samantha Project, Atha Nalurita, menyebut, persiapan sudah direntang tiga bulan sebelum hari H  yakni 16 November lalu. “Beberapa teman dekat, yang sejalan dengan visi Samantha, langsung bertemu untuk membahas segala persiapan,” ujar Atha alias Mbak Samantha ini.

Tim Samantha, begitu Atha menyebut teman-teman dekat itu.  Mereka anak-anak muda yang punya pengalaman bersentuhan, juga menghelat sejumlah event anak muda di Balikpapan. Mereka juga punya keinginan sama untuk ikut memberi “warna” fashion di kota tersebut.

Perjalanan mengantarkan pada kesempatan unjuk gigi di Borneo Bay Park Plaza Balikpapan. Seiring itu, masukan dan ide terus mengalir di internal tim. Salah satunya, memasukkan sentuhan live music untuk konsep fashion runway yang outdoor.

Tatag Lanang adalah fashion show tunggal pertama bagi Samantha Project, brand fashion berbasis usaha jahit rumahan yang mulai berkiprah sejak akhir 2014. Namun Tatag Lanang bukan event “kaleng-kaleng” karena Mbak Samantha ingin itu dipersiapkan matang, dan ada unsur edukasi fashionnya.

Ada 20 model membawakan busana Samantha Project dalam Tatag Lanang. Semuanya cowok. Secara jumlah, itu sebenarnya sedikit untuk ukuran sebuah fashion show tunggal.  Dan menyiapkan 20 busana (look), jelas bukan hal mudah.

Bisa dibilang, dua bulan terakhir, agenda Mbak Samantha padat bin bejubel. “Sebab saya juga masih mengerjakan jahitan baju dari para pelanggan. Juga sering rapat bersama tim untuk memantangkan persiapan,” kata Mbak Samantha.

Di sisi lain, kerja keras juga untuk mencari model yang cocok. Scouting model, cara mencari model di pusat-pusat keramaian, menjadi opsi yang menantang. Tidak mudah. Hampir semua dari 20 model Tatag Lanang didapat lewat cara scouting.

Mereka, para model, beberapa kali menjalani sesi latihan. Bukan hal mudah, karena keseharian mayoritas dari mereka belum pernah jadi model untuk gelaran fashion show. Bisa dikatakan pula, ini adalah pertaruhan besar Samantha Project.

Berlanjut ke musik, grup Angara yang dipilih untuk menyematkan unsur etnik Kalimantan.  Pihak Plaza Balikpapan juga mendukung penuh dengan menyiapkan lokasi, termasuk memasang banner berukuran raksasa. Banner itu bertuliskan aksara Jawa—secara melingkar–yang terjemahannya adalah Tatag Lanang.

Para tamu undangan yang mempunyai baju koleksi Samantha diminta mengenakannya saat Tatag Lanang. Disediakan photo booth bagi mereka untuk berfoto. Sebelum event, digelar jumpa pers untuk menjelaskan garis besar Tatag Lanang ke media. Sudah disiapkan pula rilis acara.

Tim Samantha membagi tugas masing-masing. Ada yang berjaga menyiapkan venue, ada yang mengurusi pakaian, model, serta juga yang meng-handle tamu. Juga yang bersiap dengan peralatan menukang karena Samantha memakai beberapa properti berbahan kayu.

Sekitar pukul 17.00 Wita, Tatag Lanang dimulai dengan alunan musik Angara (video ada di yotube).  Satu per satu model keluar, diawali dua model kembar kakak-beradik. Setelah itu dilanjutkan sesi parade, dan terakhir sesi manekin di mana seluruh model “mematung” sembari membentuk formasi melingkar. Di awal maupun akhir Tatag Lanang memang sengaja tidak ada kata sambutan.

Di sesi manekin, tamu undangan dan masyarakat yang melihat Tatag Lanang bisa mendekat ke para model. Mereka mengamati desain baju dan melihat jahitannya. Arita Rizal Effendi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan yang juga istri Wali Kota Balikpapan (Rizal Effendi) antusias berkeliling, melihat satu demi satu look.

Seluruh model adalah cowok, berusia 18-25 tahun. “Sempat ada yang bertanya, kok semua modelnya cowok. Sebenarnya fashion show dengan model cowok, sudah lumrah. Tapi mungkin hal begini, belum cukup banyak di Balikpapan,” kata Mbak Samantha.

Bagi dia, menggelar fashion show adalah salah satu bentuk eksistensinya sebagai desainer (perancang busana). Namun fashion show memerlukan persiapan lama dan biaya banyak. Mbak Samantha tak lupa berterima kasih kepada Pemkot Balikpapan dan Plaza Balikpapan.

“Memikirkan busana dan konsep fashion show, tidak mudah. Benar-benar menguras tenaga dan pikiran karena tidak bisa yang ditampilkan asal-asalan. Tiga bulan persiapan Tatag Lanang termasuk waktu yang sangat pendek. Beruntung saya punya tim yang solid dan sevisi,” ujar Mbak Samantha.

Samantha Project berencana menggelar fashion show rutin setiap tahun. Mbak Samantha berharap semoga akhir 2020, itu bisa terwujud. “Bagaimana gambaran konsepnya, sudah ada di kepala. Kita tunggu saja tanggal mainnya,” ucap dia.

Ah, jadi makin penasaran saja. Apalagi Asterix dan Obelikx yang enggak sempat melihat Tatag Lanang.  Mereka berdua sepakat akan hadir dalam gelaran fashion show kedua Mbak Samantha akhir 2020 ini. “Bener, lho. Bener, deh,” kata Obelix sambil memahat batu menhir.

TATAG LANANG
Styled by @jeje_mtj ⁣⁣
Captured by @achmadwisnu ⁣⁣
Music by @angara.official ⁣⁣
Stage Director @_shelvicynthia ⁣
Video by @adamchalid_ ⁣⁣
Hall of fame by @roelafleurs ⁣⁣
Handled by @ngrencangi ⁣⁣
⁣⁣
Sponsored by⁣⁣⁣
@disporapar_balikpapan ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@plazabalikpapan⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Supported by⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@foodjazzproject⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@roelafleurs⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Brought to you by⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
@ngrencangi⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣

For more photos : instagram : @samanthaproject

visit our website : www.modistesamantha.com

 

No tags
2 Responses
  • Bambang Herlandi
    January 16, 2020

    Keren mas
    Konsep dan persiapan sebuah event memang lebih rumit dan lama ketimbang eventnya sendiri

    Bikin lagi…
    Semoga lebih sukses lagi event berikutnya

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.